Sabtu, 14 Mei 2011

KEHIDUPAN PADA MASA PRAAKSARA DI INDONESIA
A.      PENGERTIAN PRAAKSARA / PRSEJARAH
Prasejarah / Pra aksara adalah suatu zaman pada saat manusia belum mengenal tulisan / huruf (nirleka)
B.     PEMBEGIAN ZAMAN
Pembagian zaman menurut Geologi ada 4 macam yaitu
1.     Arkeozoikum : zaman tertua, berlangsung kira-kira 2.500 juta tahun yg lalu
2.     Paleozoikum  : zaman primer, berlangsung sekitar 340 juta tahun yg lalu
3.     Mesozoikum  : zaman sekunder, berlangsung sekitar 140 juta tahun yg lalu
4.     Neozoikum    : zaman baru, berlangsung sekitar 60 juta tahun yg lalu

C.     PENINGGALAN MANUSIA PURBA
a.     Fosil : adalah sisa-sisa kehidupan mahluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan yang telah berusia ribuan tahun yang lalu dan telah membatu
b.     Sampah dapur : adalah kulit kerang sisa makanan yang dibuang ditempat tertentu sehingga membentuk bukit kerang
c.     Gua karang : digunakan sebagai tempat perlindungan dibawah karang.
d.     Peralatan : ada beberapa peralatan yang digunakan manusia purba. Berdasarkan peralatan tersebut dapat diketahui perbedaan kurun waktu.
      Pembagian Zaman purba dilihat dari beberapa peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut:

a.     Zaman Batu
1)      Zaman Batu Tua (Lithikum), batu yang digunakan masih kasar karena belum diasah
2)      Zaman Batu Tengah (Mesolithikum) batu yang digunakan sudah diasah tetapi belum halus
3)      Zaman Batu Muda (Neolithikum) batu yang digunakan sudah halus, bentuknya bagus dan berfariasi
b.     Zaman Logam
1)      Zaman Tembaga : Peralatan yang digunakan berasal dari tembaga
2)      Zaman Perunggu : Peralatan yang digunakan berasal dari perunggu (campuran antara tembaga dan timah)
3)      Zaman Besi : Peralatan yang digunakan berasal dari besi.

D.     JENIS-JENIS MANUSIA PURBA DI INDONESIA
1.     Meganthropus Palaeojavanicus
Meganthropus Adalah manusia purba besar dan tertua di pulau jawa, ditemukan tahun 1936 di Sangiran (Surakarta)
2.     Pithekanthropus Erectus
Pithekantropus Adalah Manusia purba menyerupai kera yang berjalan tegak, Ditemukan tahun 1890 di daerah Trinil (dekat bengawan Solo)
Pithekanthropus Mojokertensis
ditemukan tahun 1936 di Mojokerto (Jatim)
3.     HomoSapiens
Homo Adalah Manusia purba yang mendekati ciri-ciri manusia modern yang paling maju dan merupakan generasi terakhir manusia purba, beberapa fosil manusia purba ini yang pernah ditemukan antara lain:
a.      Homo Soloensis
Ditemukan oleh Ter Har & Ir. Oppenorth pada tahun 1931 -1934 di desa Ngandong (tepi bengawan solo)
Ciri-cirinya adalah            : - Berbadan tegap
                                           - tingginya sekitar 180 cm
                                           - volume otak sekitar 1300 cc

b.      Homo Wajakensis
Ditemukan oleh Van Reitschoten & Eugene Dubois tahun 1889 -1890 di Wajak (Tulungagung Jatim)

Ciri-cirinya adalah            : - Berbadan tegak
                                           - tingginya sekitar 130-210 cm
                                           - volume otak sekitar 1450 cc
Dari Homo sapien inilah berkembang Ras manusia diseluruh dunia. Beberapa ras tersebut adalah :
v    Ras Kaukasoid  (Nordic, Alpin, Mediterania, Indic)
v    Ras Mongoloid   (Asiatic, Malayan Mongoloid, American Mongoloid)
v    Ras Negroid       (Africa Negroid, Negrito, Melanesia)
v    Ras Khusus       (Bushman, Weddoid, Australoid, Ainu)
E.     KEHIDUPAN MANUSIA PURBA DI INDONESIA
1.     Masa Berburu dan Meramu
Kehidupan masih Nomaden (berpindah-pindah). Beberapa peralatan yang digunakan adalah : (Kapak Perimbas, Alat Sepih, Kapak Genggam)
2.     Masa Bercocok Tanam
Kehidupan manusia sudah menetap disuatu tempat dengan mendirikan tempat tinggal berbentuk panggung. Beberapa peralatan yang digunakan adalah : (Mata Panah, Gerabah, Beliung Persegi, kapak Lonjong)
3.     Masa Pertukangan (perundagian)
Pada saat ini manusia purba sudah mulai mengenal teknologi sederhana, peralatan yang digunakan berasala dari perunggu, tembaga, dan besi. Adapun peralatan yang digunakan adalah : (Nekara, dan Kapak Corong)
v      Beberapa bangunan dan peralatan peninggalan manusia purba
·        Menhir : tugu batu besar sbg tanda penghormatan terhadap nenek moyang
·        Dolmen : meja batu tempat meletakkan sesaji
·        Peti Kubur Batu : peti jenazah nenek moyang
·        Sarkofagus : Bangunan batu menyerupai mangkuk
·        Patung nenek moyang : arca nenek moyang sebagai tempat sesembahan
·        Punden berundak : bangunan menyerupai candi sbg tempat pemujaan
·        Waruga : Peti kubur batu berukuran kecil dengan tutup lempengan batu
F.      SISTEM KEPRCAYAAN MANUSIA PURBA
Ada beberapa sistem kepercayaan manusia purba pada saat itu, antara lain :
1.     Animisme : adalah kepercayaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal
2.     Dinamisme : adalah kepercayaan terhadap benda-benda alam yang memiliki kekuatan ghaib, misalnya : Gunung, Laut, Batu besar, Pohon besar, keris, dll
3.     Totisme : adalah kepercayaan yang menganggap suci terhadap hewan-hewan tertentu, misalnya : Harimau, Sapi, Ular, dll
4.     Shamanisme : adalah pemujaan terhadap upacara-upacara ritual, misalnya : dukun, sesajen dll.
G.    PERSEBARAN NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA
Nenek moyang bangsa Indonesia adalah Suku bangsa Melayu yang merupakan bagian dari Suku bangsa Austronesia. Suku bangsa Melayu ini dibedakan menjadi dua yaitu :
1.     Bangsa Melayu Tua (Proto Melayu)
Bangsa melayu tua adalah bangsa yang pertamakali datang ke kepulauan Indonesia sekitar 2000 tahun sebelum masehi. Bangsa ini masuk ke kepulauan Indonesia melalui dua jalur yaitu :
a.      Jalur Utara & Timur à Teluk Tonkin, Taiwan, Filipina, Sulawesi, Maluku
b.      Jalur Barat & Selatan à Semenanjung Malaka, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Nusa Tenggara.
2.     Bangsa Melayu Muda (Deutro Melayu)
Bangsa melayu muda adalah bangsa yang datang ke Indonesia pada gelombang kedua. Bangsa ini datang sekitar 500 tahun sebelum masehi. Bangsa ini datang ke Indonesia melalui satu jalur yaitu :
Jalur Barat à Yunan, Teluk Tonkin, Vietnam, Thailan, Semenanjung Malaka, kemudian sampai ke kepulauan Indonesia.

1 komentar:

Pak Faried mengatakan...

Al-Hamdulillah !

Poskan Komentar

Komentar